Cara Kerja Sistem AWD Dan 4WD

Mobil-mobil zaman sekarang, terutama sport utility vehicle dan cross utility vehicle sudah dilengkapi dengan sistem 4WD ataupun AWD. Namun jika anda masih bingung bagaimana cara kerjanya, disini kami akan coba membantu anda memberikan langkah kerjanya.

Part-time dan full time 4WD

Sumber : BeamNG.Drive

Part-time 4WD akan sering anda temukan di sport utility vehicle macam Toyota Fortuner atau Mitsubishi Pajero Sport. 4WD di part-time hanya akan menyala jika anda mengganti dari 2WD ke 4WD, jadi ia tidak konstan 4WD. Nah, untuk full-time 4WD ia akan konstan menyala 4WD-nya, tidak bisa anda switch ke 2WD. Namun, kelemahan dari sistem part-time 4WD adalah, jika anda menggunakan sistem 4WD-nya di jalanan normal, Besar kemungkinan mobil anda bisa terkena yang namanya axle binding, dimana terjadinya gesekan terus menerus antara transmisi dan diferensial gardan.

Hal tersebut karena sistem part-time 4WD hanya memiliki dua differensial, yakni depan dan belakang. Berbeda dengan full-time 4WD yang memiliki 3 differensial, yakni depan, tengah, dan belakang. Nah karena part-time 4WD hanya memiliki 2 differensial, ia mengakibatkan roda di gardan depan dan roda di gardan belakang terkunci secara bersamaan ketika bekerja. Dan juga roda di gardan depan dan roda di gardan belakang berputar dengan kecepatan rata-rata yang sama.

Efeknya, ini akan membuat mobil susah berbelok untuk permukaan jalan normal jika sistem 4WD-nya aktif. Setir juga akan terasa berat, serta terdengar suara gemuruh putaran diferensial depan dan belakang. Dan jika dipaksakan, akan terjadi axle-binding yang sangat kuat.

All Wheel Drive

Sumber : prosandcons.com

Berbeda dengan sistem part-time 4WD yang bisa kita pilih ingin menggunakan yang mana (2H, 4H, 4L), kita tidak bisa memilih itu di AWD. Dan jika anda anggap AWD sistemnya sama dengan full-time 4WD karena ia sama-sama hanya bisa berpenggerak ke semua roda, anda salah. Karena AWD tidak memiliki pilihan high-range (4H) atau low-range (4L), ia sama sekali tidak memiliki fitur itu. Jadi ini hanya pure penggerak semua roda. Sama seperti di full-time 4WD, ia juga memiliki gardan di bagian tengah.

Dan jika di sistem full-time 4WD anda harus membuka/menutup gardan tengah dengan tombol, di AWD gardan bagian tengah akan terbuka atau tertutup secara otomatis, karena ia di setting oleh ECU. Serta, jika di full-time dan part-time 4WD roda dan gardan berputar dengan kecepatan rata-rata yang sama, di AWD ia berbeda. Disinilah letak keunggulan AWD.

Semoga dengan artikel yang kami buatkan, anda sudah bisa membedakan cara kerja sistem part-time 4WD, full-time 4WD, dan AWD. Jika ada saran, atau jika anda ingin tambahkan informasi, sampaikan kolom komentar kami.