Mengenal Bimantara, Mobnas Rasa Mobil Korea

Pada 19 Februari 1996, terbit instruksi presiden nomor 2 tahun 1996 tentang pembangunan industri mobil nasional. Kedua putra presiden, Tommy Soeharto dan Bambang Trihatmodjo pun berlomba-lomba membuat mobil nasional. Tommy membuat Timor, dan Bambang membuat Bimantara.

Pada tahun 1996, Soeharto memberikan izin import mobil Timor sebanyak 45.000 unit. Juga pada tahun 1996, Bambang mempersiapkan Bimantara Nanggala dan Cakra. Nama Bimantara sendiri dicetuskan oleh Bambang Trihatmodjo, yang berarti kira-kira. Namun, kedua mobil Bimantara itu bukanlah 100% mobil nasional. Melainkan mobil itu adalah Hyundai Accent yang direbadge.

Bimantara Cakra

Seperti yang kami sebutkan di atas, Bimantara Cakra merupakan mobil rebadge dari Hyndai Accent (X3). Hyundai Accent sendiri dibuat oleh Beijing Hyundai Co., untuk pasar China. Mobil ini masuk ke pasar Indonesia pada tahun 1995 dibawah naungan PT Citramobil Nasional, juga bersamaan dengan peluncuran mobil Timor. Mobil ini ditenagai oleh mesin berkapasitas 1500CC 4 Silinder in-line. Di luar sana, mobil ini laku keras karena harga-nya yang murah dan juga awet.

Bimantara Nenggala

Bimantara Nenggala merupakan rebadge dari Hyundai Elantra facelift (J1). Hyundai Elantra Sendiri diluncurkan pada tahun 1990 untuk pertama kalinya, dan mendapat facelift pada tahun 1993. Mobil ini ditenagai oleh mesin yang didesain oleh Mitsubishi, berkapasitas 1600cc 4 silinder in-line yang menghasilkan 113 horsepower.

Pada tahun 1998 Dispute Settlement Body WTO memutuskan bahwa mobnas Indonesia melanggar aturan perdagangan bebas dunia. Juga akibat krisis ekonomi yang terjadi pada tahun yang sama, nasib mobil nasional (mobnas) sudah tak jelas lagi.