Toyota ‘Larang’ Konsumen Jual Kembali Land Cruiser 300-nya

“Dilarang untuk menjual kembali mobilnya? Bukankah itu hak pembeli?” Mungkin itulah yang langsung terbesit setelah membaca judul diatas. Rupanya hal tersebut nyata adanya, dimana Toyota Jepang melarang pembeli Land Cruiser 300 untuk menjualnya kembali. Apa alasan Toyota mengambil langkah tersebut?

Dikutip dari majalah lokal Creative311, pembeli Land Cruiser 300 akan diminta untuk menandatangani surat pernyataan yang berisi pernyataan untuk tidak menjual kembali kendaraannya dalam jangka waktu 12 bulan. Jika melanggar, pembeli akan masuk kedalam daftar hitam dari pelayanan penjualan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Utamanya, Toyota tidak ingin Land Cruiser 300 jatuh ke tangan yang salah sampai memberikan dampak buruk. Mereka mengungkapkan, “Ada risiko pelanggaran undang-undang valuta asing, yang menyangkut soal tujuan ekspor. Hal tersebut dapat menyebabkan masalah besar yang akan mengancam keamanan global,”

Mereka mengkhawatirkan bahwa kendaraannya akan digunakan oleh kelompok atau organisasi bersenjata, seperti yang terjadi pada Land Cruiser 200 dan pick-up Hilux. Hal ini membuat Toyota membatasi peredaran Land Cruiser 300, dimana setiap pembeli hanya diberi jatah 1 unit dalam sekali pembelian.

Selain itu, langkah ini ditempuh untuk meminimalisir pemanfaatan keuntungan dari populernya Land Cruiser di beberapa negara. Dalam kata lain, menghindari ‘goreng-menggoreng’. Menariknya, pelarangan tersebut disetujui oleh mayoritas pembeli. Bagaimana menurut anda soal ‘pelarangan’ ini?