
Sudah lama sejak Toyota melakukan perubahan signifikan pada salah satu SUV andalannya untuk pasar Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin, yakni Toyota Fortuner (atau Toyota SW4 jika Anda tinggal di beberapa negara Amerika Latin). Setelah saudara pick-up-nya, Hilux (Hilux Travo di Thailand), sudah meluncur lebih dahulu pada bulan Juni kemarin di Tanah Air (dan pada bulan November tahun lalu di Thailand), kini Toyota sudah memasuki tahap terakhir pengujian untuk finalisasi dan validasi model sebelum diluncurkan. Dan dengan mendekatnya D-Day peluncuran salah satu offroader paling favorit di Indonesia (meski kebanyakan adalah versi 4×2), beberapa detail lebih mengenai Fortuner “Generasi Ke-3” (AN250/260) sudah mulai terkuak, berdasarkan beberapa sumber dari Thailand lewat laporan media lokal via orang dalam Toyota Motor Thailand, dan juga dari Indonesia lewat sumber terdekat kami dari Toyota Indonesia.



Kali ini, test mule dari Fortuner generasi ke-3 yang sebenarnya masih sebatas Big Minor Change (BMC) kepergok di jalanan umum di Thailand, yang masih ditutupi dengan kamuflase, seperti pertama kali ditangkap oleh lensa di Negeri Gajah pada bulan Februari kemarin. Namun, kali ini lekukan untuk desain belakang semakin terlihat, dengan bentuk bumper dan bagasi yang mengotak, yang sesuai dengan tema “Tough & Agile DNA” yang . Desain lampu belakang full LED baru juga terlihat lebih mengotak, dan mengusung desain berupa lightbar seperti model SUV zaman sekarang, atau setidaknya mempunyai desain yang menyambung. Kami menebak bahwa desain belakangnya akan mirip dengan Toyota Grand Highlander yang sudah ada sejak 2023 silam. Selain itu, desain velg juga akan dirombak dengan ukuran baru 18 inci dan 19 inci. Ada juga opsi 20 inci, namun kami memprediksi item tersebut hanya akan menjadi eksklusif untuk pasar Thailand. Selain itu, fascia depan juga mendapatkan desain baru berupa desain grill hex-mesh baru yang sewarna bodi seperti Hilux dan RAV4 terbaru, serta lampu depan LED dengan DRL berbentuk C-shape.
Desain kabin dan interior turut mendapatkan pembaruan yang selaras dengan Hilux baru, namun dengan beberapa perbedaan. Kami tidak bisa mengatakan interiornya akan terlihat seperti apa, namun berbeda dengan Hilux yang mengusung tema “Robust Simplicity”, Fortuner akan menggunakan tema “Robust Luxury” untuk desain interiornya. Selain itu, fitur seperti panel meter instrumen digital 12,3 inci dengan Tire Pressure Monitoring System (TPMS) dan head unit 12,3 inci baru (untuk spek Indonesia, kami duga akan tetap menggunakan sistem T-Intouch 1Connect seperti Kijang Innova Zenix) akan disematkan, begitu juga dengan fitur Electronic Parking Brake (EPB) dengan Auto Hold. Selain itu, beberapa tipe akan mendapatkan jok kulit berbahan Softex yang juga akan mendapatkan fitur ventilasi. Namun, salah satu perubahan yang signifikan, berdasarkan rekan-rekan kami dari Thailand di Headlight Magazine lewat seseorang di dalam Toyota Motor Thailand, jok baris ke-3 dari Fortuner akhirnya akan mampu dilipat rata ke depan, dibandingkan sebelumnya yang dilipat dan diangkat ke samping dengan digantungkan. Meski demikian, sumber kami dari Toyota Indonesia mengatakan ide jok baris ke-3 yang mampu dilipat rata masih sedang dikaji dalam pengembangan riset, antara memilih kursi yang bisa dilipat rata tapi ketebalan kursi tipis, atau memilih ketebalan kursi tebal namun tetap menggantung seperti model sekarang.
“Masih final riset, karena bagasi Fortuner itu ngga terlalu besar. Kalau dibuat lipat rata, jok (baris ke-3) bakal dibuat lebih tipis”, katakan sumber kami dari Toyota.


Untuk urusan mesin dan transmisi, bisa dikonfirmasi bahwa Fortuner akan tetap menggunakan mesin turbo-diesel 2.8L 1GD-FTV dan mesin bensin naturally aspirated 2.7L 2TR-FE, lewat dokumen Permendagri No. 11/2026. Dan untuk mesin diesel 2.8L, kabarnya pasar Thailand akan mendapatkan versi mild-hybrid (MHEV) dengan sistem 48V, menyusul setelah dipasang untuk pasar Afrika Selatan dan India, dengan tujuan untuk mendapatkan keringanan pajak berkat emisi gas buang yang lebih rendah jika dibandingkan dengan versi tanpa teknologi MHEV. Dan untuk pilihan transmisi akan tetap menggunakan transmisi otomatis 6 percepatan seperti model sekarang (tentu dengan beberapa perubahan tuning untuk meningkatkan respons), namun menariknya, pilihan transmisi manual 6 percepatan kabarnya akan dihentikan, bahkan untuk tipe terendah sekaligus, atau dalam konteks pasar Indonesia, tipe G. Dan seperti Hilux terbaru, pilihan mesin turbo-diesel 2.4L 2GD-FTV akan dihapus setelah dihadirkan sejak 2016 saat Fortuner generasi saat ini sudah beredar di Indonesia. Selain itu, Electric Power Steering (EPS) bakal menggantikan sistem hidrolik (HPS) sebelumnya, namun belum ada berita apakah akan dipasang untuk semua tipe, baik untuk bensin maupun diesel. Sedangkan untuk fitur keselamatan, perangkat Toyota Safety Sense (TSS) akan diperbarui menjadi TSS 3.0, sama seperti Hilux terbaru dan Kijang Innova Zenix Q HEV.
Menariknya, periode peluncuran Fortuner menjadi salah satu perbincangan yang membuat kami semakin penasaran. Sumber dari Thailand lewat orang dalam Toyota Motor Thailand mengatakan bahwa Fortuner terbaru akan diluncurkan pada akhir tahun 2026, kurang lebih tepat setahun setelah meluncurkan Hilux Travo di Negeri Gajah untuk World Premiere. Kami mengatakan demikian karena sumber kami dari TMMIN mengatakan bahwa Fortuner terbaru juga akan diluncurkan pada akhir tahun 2026 di Indonesia. Apakah ini menandakan bahwa akan ada joint premiere antara Bangkok dan Jakarta pada akhir tahun? Hanya waktu yang bisa menjawab itu.
“Informasi A1 yang saya dapat seperti demikian, betul (Fortuner akan diluncurkan akhir tahun),” sumber Toyota mengatakan.
Untuk detail seperti harga, sayangnya kami tidak bisa membuat prediksi lebih jauh. Namun yang jelas, Fortuner terbaru untuk pasar Indonesia akan hadir dalam 4 tipe, yakni 2.8 G (4×2), 2.7 SRZ (4×2), 2.8 VRZ (4×2 & 4×4), dan 2.8 VRZ TSS (4×2 & 4×4). Kami juga mendapatkan informasi bahwa opsi “GR Parts” akan tetap tersedia untuk SRZ dan semua VRZ. Sedangkan fitur keselamatan pasif 7 airbags akhirnya akan menurun ke tipe 4×2, meski belum detail apakah untuk semua tipe atau tidak. Namun yang jelas, Toyota sedang mempersiapkan perubahan yang sangat signifikan, agar bisa bersaing dengan model seperti Ford Everest, Isuzu MU-X, GWM Tank 300 & 500, dan Mitsubishi Pajero yang baru meluncur.



